oleh

Warga Donggobolo Aksi Protes Blokade Jalan, Ini Alasannya

-Liputan Warga-Ikuti Berita Kami Di Apl Google play / Koran Digital EPAPER

Yuk baca Liputannews17.com

Dapatkan update informasi pilihan setiap hari artikel/berita #Liputannews17 Follow: @Liputannews on Twitter | Liputannews on Facebook | Liputannews on Instagram | Koran Digital : E-PAPER Liputannews17 | Apl Android Google Play Liputannews17 https://play.google.com/store/apps/details?id=com.asratech.berita.liputannews17

Dengan bergabung di Grup Telegram Liputannews17 Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP

Liputannews17.Com, Kabupaten Bima NTB – Petani desa Donggobolo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima terpaksa blokade jalan di desa setempat, Senin, (13/6/2022) malam ini, aksi ini sebagai aksi protes terhadap pengecer maupun distributor, diduga hendak lakukan penyaluran pupuk secara sembunyi-sembunyi pada malam hari.

Stok pupuk urea bersubsidi di beberapa pengecer di desa setempat belakangan ini habis, sejumlah petani yang membutuhkan pupuk untuk tanaman padi, bawang serta jagung, terpaksa mencari serta membeli di luar desa mereka.

Akibat adanya reaksi petani yang selalu mendesak agar mendatangkan pupuk, sudah sepekan terakhir pengecer berjanji pupuk segera datang, bahkan petani rela menunggu di jalan sudah berhari-hari, tapi tidak kunjung datang juga.

Bahkan informasi yang diperoleh petani dari pengecer, distributor akan mendistribusikan pupuk ke beberapa pengecer di desa setempat malam hari ini, namun hingga pukul 21.30 Wita, tidak ada juga pupuk yang datang.

“Kabarnya pupuk akan datang malam ini, tapi sampai sekarang tidak datang juga, makanya, petani berkumpul di jalan bahkan lakukan blokade jalan,” kata Wardi warga setempat.

Bahkan sudah berhari-hari petani desa Donggobolo, rela menunggu datangnya pupuk di jalan raya, karena janji pengecer seminggu lalu pupuk akan hadir.

“Sudah tiga hari kami menunggu di jalan raya, tidak ada pupuk yang datang, sementara tanaman kamiembutuhkam pupuk,” kata Ahmad juga warga setempat.

Para petani juga merasa ada kejanggalan, pupuk bersubsidi yang dibayar dengan uang Negara kok ingin didistribusikan malam hari begini.

“Kami lebih bingung, apa tidak bisa siang hari kalau datangkan pupuk, mengapa harus malam hari begini,” kata dia.

Sementata pihak pengecer yang ingin dikonfirmasi soal pendistribusian pupuk pada malam hari ini, tidak bersedia memberikan komentar (Red).

 

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed