oleh

TP2S Kabupaten Bima Raih 2 Predikat Inovasi kabupaten Display Terbaik 1

-Liputan Kabupaten Bima-Ikuti Berita Kami Di Apl Google play / Koran Digital EPAPER

Mataram NTB – Provinsi NTB melaui Bappeda NTB Menggelar rakor stunting 2022 dan penilaian kinerja stunting tahun 2021, pada Rabu (23-24/8/2022), di ballroom hotel Lombok Raya. Dalam kegiatan itu, diumumkan kalau Kabupaten Bima berhasil meraih predikat inovasi Kab display Terbaik I dan Juara 3 kab Bima dalam Penilaian Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2021.

Mewakili kabupaten Bima Rahmawaty Sadatul Ummy, ST yang didampingi beberepa temanya yang dihubungi media Kabardesantb.com, ini mengungkapkan kebanggaannya atas raihan prestasi kabupaten Bima.

“Dari Tim pencegahan dan penurunan stunting TK kabupaten Bima sempat memberikan materi mengenai penanganan stuntinģ melalui intervensi 8 aksi konvergensi stunting di Kabupaten Bima, pada setiap desa dan kecamatan nahbinilah hasilnya pencapaian kami membawa nama kabupaten Bima menjuarai predikat terbaik 1 dan 3 dalam penilaian kinerja tim percepatan penurunan Stuting”

Diungkapkan, berdasarkan hasil Elektronik  Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), Kabupaten Bima berhasil menurunkan stunting Sementara target nasional dan juga target NTB di tahun 2024 stunting pada posisi 14 persen. “Kabupaten Bima meraih terbaik 3 dalam Penilaian Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Propinsi NTB. Ini upaya bersama dari semua pihak,” tegasnya.

Untuk diketahui, tujuan rakor stunting ini sebagai penguatan proses aksi konvergensi dari percepatan penurunan angka prevelansi stunting. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) dari Provinsi NTB serta masing-masing Kabupaten/Kota.
Asisten Administrasi dan Umum Setda Provinsi NTB

Hj. Nurhandini Eka Dewi, membuka secara resmi Rakor Stunting 2022 ini. Dalam sambutannya disampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menilai sejauh mana percepatan penurunan angka stunting di Provinsi NTB.
Lebih jauh diungkapkan, selama tahun 2022 diketahui bahwa trend prevelansi stunting sudah mengalami penurunan. Penurunan angka stunting ini merupakan sinergitas dan peran dari berbagai pihak. ‘’Oleh karenanya jangan ada kata menyerah untuk bersama-sama menurunkan angka stunting di Provinsi NTB agar mencapai target yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebanyak 14 persen,’’ ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S)  Provinsi NTB juga mengumumkan hasil penilaian kinerja kabupaten/kota terhadap pelaksanaan aksi 1 sampai 8 konvergensi penurunan stunting Tahun 2021 di daerah intervensi penanganan stunting terintegrasi tingkat Provinsi NTB.(Red)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed