oleh

Demo Petani Bawang Dan GERAM, Respons Cuek Wakil Bupati Bima

-Liputan Kabupaten Bima-Ikuti Berita Kami Di Apl Google play / Koran Digital EPAPER

Liputannews17.Com, kabupaten Bima – Aksi para 5 OKP Dan petani Bawang melakukan unjuk rasa sampai berjilid Jilid di kantor bupati Bima harus berakhir sia-sia.

Wakil Bupati Bima Dahlan M Nor Yang menemui masa aksi cuek dan enggan menanggapi secara serius aksi demonstrasi para petani bawang dan aliansi gerakan Rakyat Bima merdeka (geram) tersebut.

Pihak pemerintah kabupaten Bima tidak memberikan solusi yang bisa memenuhi tuntutan para petani dan aliansi gerakan Rakyat Bima merdeka (geram) tersebut. Hanya jawaban katanya katanya itu saja solusinya.ungkap riki.

Salah satu Perwakilan Riky Mengatakan, aksi unjuk rasa itu sudah dilakukan di beberapa titik sejak Minggu kemarin dan hari ini kamis (9/12/2021). Namun karena tak ada tanggapan serius pemda kabupaten bima atau pihak penguasa, akhirnya massa kembali melakukan aksi menuntut bupati dan wakil bupati bima serta KP3 menindak lajut tuntutan kami, Ungkap Riky.

“Kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan rela tidur di depan kantor bupati bima, hanya karena ingin mendapat jawaban dari pemerintah,” kata Riky kepada liputannews17.com, Kamis (9/12/2021).

Setelah melakukan aksi di kantor bupati bima , pada kamis paginya, konsulidasi masa akan terus kami lakukan dan dalam waktu dekat kami akan menduduki kembali gedung megah itu, kata Riky

lanjut riki sementara, menurut wakil bupati bima, tak menjanjikan apapun terkait nasib para petani bawang. Permintaan agar para petani bawang dan aliansi gerakan Rakyat Bima merdeka (geram) bisa bertemu langsung dengan bupati bima namun dinda tidak ada di kantor atau keluar daerah.

“Kami menolak untuk melanjutkan mediasi dengan mereka karena percuma, tidak ada solusi. Mereka pun tidak tau bagaimana mempertemukan kami dengan dinda bupati bima ,” kata Riky.

Akhirnya, pada kamis sore itu, para petani bawang dan aliansi gerakan Rakyat Bima merdeka (geram) terpaksa membubarkan aksi tanpa membawa hasil. Padahal, Riky mengatakan, pada dasarnya para petani bawang dan beberapa okp hanya menagih janji yang pernah disampaikan bupati bima.

Saat itu ia mengeluhkan soal nasib para petani bawang yang sudah berbulan bulan anjlok harga bawang dan naiknya harga pupuk namun tak kunjung ada solusinya. Riky juga menyampaikan dengan harapan para petani Bawang bisa beraudiensi langsung dengan Kepala daerah namun sia sia.

Menurut dia, saat itu bupati dan wakil bupati serta kp3 berjanji akan menyelesaikan masalah yang dihadapi para petani bawang.

“Katanya ‘ia akan diselesaikan’. Kalau tidak ada janji, kita enggak akan nagih. Kalau dari awal bilang tidak bisa kan lebih enak,” kata riky salah satu anggota aksi.

Nyatanya, menurut Riky, kebijakan pemerintah saat ini tak sesuai dengan janjinya. Sebab, pemerintah hanya mensejahterakan para cukong tidak pada petani bawang (rakyat ) Tutup riky (red)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed