oleh

H. Mohammad Rum Lepas Jamaah Haji 2024

-Liputan Kota Bima-Ikuti Berita Kami Di Apl Google play / Koran Digital EPAPER

H. Mohammad Rum, Pj. Wali Kota Bima, turut menghadiri acara halal bi halal dan pelepasan jemaah haji 2024 yang diselenggarakan oleh Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL). Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota DPR RI, Pj. Gubernur NTB yang diwakili Pj. Sekda NTB, Bupati Bima, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, Kadis Perindustrian Provinsi NTB, Dandenpom NTB, Ketua TP-PKK NTB serta dihadiri oleh para sesepuh Keluarga Bima-Lombok, mengusung tema “Pererat Silaturahmi, Wujudkan Kebersamaan dalam Bingkai, Kasama Weki, Kaneo Matani”.

Acara berlangsung di Gedung Sekretariat RKBPL/WRKB-PL Mataram, menandai momen penting dalam mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara warga Bima yang berada di Pulau Lombok.

Mewakili Pj. Gubernur NTB, dalam sambutannya Pj. Sekda NTB menekankan pentingnya silaturahmi dan kebersamaan dalam memperkokoh ikatan antar anggota komunitas RKBPL. Beliau juga memberikan arahan untuk menjaga semangat ukhuwah Islamiyah dan semangat berbagi serta saling mendukung antar sesama anggota komunitas, terutama dalam konteks perjalanan haji yang memiliki makna spiritual dan persaudaraan yang dalam. Kamis, 9 Mei 2024.

Sementara itu, melalui acara ini, Pj. Wali Kota Bima, Ir. H. Mohammad Rum berharap dapat mempererat hubungan dan solidaritas antara anggota komunitas Bima-Lombok. Maknanya adalah untuk memupuk semangat persaudaraan, saling mendukung, dan meningkatkan kebersamaan dalam menghadapi tantangan serta merayakan prestasi bersama sebagai satu kesatuan komunitas yang kuat dan bersatu dalam bingkai semangat “Kasama Weki, Kaneo Matani”.

HM. Rum juga mengungkapkan bahwa “Kasama Weki, Kaneo Matani” harus dihidupkan kembali dalam masyarakat Bima dan dapat diimplementasikan secara masif sebagai filosofi hidup setiap warga Bima, dimana melalui hal tersebut, semua persoalan kehidupan dapat diatasi dengan kebersamaan dan visi saling meringankan beban sesama.

“Semangat ini bukanlah hal baru, tetapi merupakan warisan budaya luhur “Dou Mbojo”   yang sarat akan filosofi Gotong Royong dan Solidaritas. Hanya saja, ditengah dinamika perkembangan zaman, value lokal “Kasama Weki, Kaneo Matani” sedikit mengalami dekadensi nilai. Untuk itu kegiatan seperti ini harus diagendakan secara reguler guna mempertahankan nilai kearifan lokal Bima dimasa yang akan datang,” urai H. Mohammad Rum.

Kegiatan ini juga disi dengan pembacaan Ayat suci Al Qur’an yang di lantunkan oleh Qori Internasional Ustadz Syamsuri Firdaus.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed