oleh

Bawa Nama Polisi, Minta Mentransfer Sejumlah Uang Buat Atasannya.

-Hukum & Kriminal-Ikuti Berita Kami Di Apl Google play / Koran Digital

Liputannews17.com, kabupaten Bima – Kejahatan dengan modus penipuan minta pulsa kerap kali terjadi, namun masyarakat masih saja sering kena jebakan para penipu tersebut. Salah seorang korban putri warga kecamatan palibelo kabupaten Bima yang mengaku kena penipuan berkedok minta pulsa, dia mengalami kerugian sebesar Rp 400 ribu.

“Saya menjadi korban penipuan yang mencatut nama ipar dan keluarganya di makasar. Kejadian berawal pukul 12.30 WITe, seseorang dengan nomor telepon 082167145962 menghubungi saya mengaku iparnya yang berada di makasar,” kata putri kepada liputannews17.com, minggu (16/08/2021).

Putri menuturkan, pada sambungan telepon tersebut bahwa keluarga sudah di amankan oleh polisi di wilayah makassar, lantaran tidak membuktikan bahwa tas tersebut milik keluarganya, Alhasil putri dimintai isi pulsa untuk atasannya oleh polisi tersebut.

“Setelah itu saya diminta untuk berkomunikasi dengan polisi yang menahan iparnya, saya pikir, demi kelancaran, saya akan bantu. Saya mengatakan saya polisi, setelah itu si penipu yang mengaku polisi dan atasannya mengatakan akan membantu melepaskan iparnya yang berada di makasar yang sedang di tahan.

Saya bilang saya tak punya uang untuk membantu sebanyak. 15 Juta itu Mereka beralih minta pulsa dengan nada memaksa atau ipar saya ditahan,” sembari mengutip pembicaraan oknum penipu tersebut putri.

Akhirnya, sambung putri, saya pergi ke toko pulsa dan membelikan pulsa masing-masing Rp 200 ribu, untuk dua nomor yang mereka berikan.

“Posisi telepon tidak boleh dimatikan memaksa saya untuk mentransfer pulsa masing-masing Rp 400 ribu,” ujarnya.

Tidak sampai di situ, si penipu menelepon kembali meminta putri untuk mengirim pulsa lagi senilai Rp 400 ribu ke dua nomor tersebut.

“Dengan berat hati saya belikan pulsa masing-masing Rp 200 ribu lagi, terakhir Meminta kembali di kirimi pulsa buat atasan saya sebesar 500 Ribu,” tutur putri.

Setelah itu, masih kata putri, telepon saya matikan, dan orang yang mengaku sebagai ipar kembali menelepon minta berbicara dengan putri.

Putri mengatakan, atasannya marah mendapat jawaban itu serta mengancam akan melaporkan ke polisi dengan berbagai alasan.

“Saya katakan, silakan karena saya sudah rekam semua percakapan anda. Dia tetap memaksa saya untuk kirim kembali pulsa lagi Rp 500 ribu, agar iparnya di lepas,” terang putri.

Akhirnya datanglah tetangga saya (abel) menelpon ke nomor yang mengaku sebagai ipar saya tersebut. Dia bilang sedang di polres makasar ditahan. Saya curiga mereka sedang melakukan hal yang sama ke banyak orang di luar sana setelah itu merekan mematikan telpon nomor tadi tidak bisa di hubungi kembali,” pungkasnya.(Red).

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed